Jakarta — Sebanyak 2.242 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan memenuhi persyaratan untuk tampil dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Mereka kini bersiap menuju Jawa Tengah untuk mengikuti salah satu ajang terbesar pengembangan talenta Al-Qur’an di tingkat nasional.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Technical Meeting MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Aula H.M. Rasjidi, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Direktur Penaiszawa Muchlis Muhammad Hanafi mengatakan proses verifikasi telah dilakukan terhadap seluruh peserta yang terdaftar. Dari hasil pemeriksaan, 2.242 peserta dinyatakan memenuhi ketentuan, sedangkan 92 peserta lainnya tidak lolos karena kendala administrasi dan persyaratan.
“Technical meeting ini merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh proses MTQ berjalan dengan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selain memastikan aspek administrasi, forum tersebut juga menyamakan pemahaman terkait mekanisme perlombaan dan penentuan juara umum. Sistem penilaian mengacu pada hasil Rakernas LPTQ Nasional 2025, dengan bobot perolehan juara 9, 7, 5, 3, 2, dan 1.
Sementara itu, Jawa Tengah sebagai tuan rumah menyatakan kesiapan menyambut ribuan peserta. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Jawa Tengah Ihwanudin Iskandar menyebut berbagai kebutuhan telah dipersiapkan, mulai dari venue, akomodasi, transportasi hingga layanan kesehatan.
MTQ Nasional XXXI tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk mencari juara. Dirjen Bimas Islam Kemenag RI sekaligus Ketua Umum LPTQ Nasional Prof. Abu Rokhmat menekankan bahwa MTQ merupakan bagian dari strategi membangun dan mengembangkan talenta Al-Qur’an.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita melahirkan talenta Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kekuatan bangsa,” tegasnya.
Dengan ribuan peserta yang telah melewati tahap verifikasi, persiapan MTQ Nasional XXXI kini memasuki fase akhir. Jawa Tengah bersiap menjadi panggung bagi generasi terbaik penghafal, pembaca, dan pengkaji Al-Qur’an dari seluruh Indonesia. (Hilman Najib)
