Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan strategi publikasi menjelang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Nasional XXXI Tahun 2026. Kolaborasi lintas instansi diperkuat agar gaung penyelenggaraan MTQH mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, Rabu (22/7/2026)

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Bidang Publikasi yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah bersama unsur kepanitiaan dan sejumlah perangkat daerah.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, menegaskan bahwa publikasi harus dikemas secara terintegrasi dengan memanfaatkan berbagai platform, mulai dari media sosial, televisi, radio, media cetak, hingga media siber. Menurutnya, kesiapan materi publikasi di titik-titik strategis juga perlu dipercepat agar atmosfer MTQH mulai terasa sebelum pelaksanaan.

Selain penguatan konten digital, rapat juga membahas penempatan media luar ruang di sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan bandara, jalan tol, rest area, dan pusat-pusat keramaian. Di sisi lain, pembentukan Media Center menjadi perhatian khusus sebagai pusat informasi dan layanan bagi insan pers selama penyelenggaraan MTQH Nasional.

Ketua Tim Humas dan Protokol Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Sarip Sahrul Samsudin, menyampaikan bahwa Kementerian Agama turut mengoptimalkan publikasi hingga tingkat akar rumput. Berbagai media informasi dipasang di lingkungan kantor Kemenag provinsi, kabupaten/kota, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) agar semarak MTQH dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Ia juga mengusulkan penyediaan photobooth yang dapat difungsikan sebagai lokasi konferensi pers di arena perlombaan, serta penguatan materi penyambutan di pintu-pintu kedatangan kafilah seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan.

Menurut Lilik, keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya materi yang disebarkan, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi antarlembaga dan pesan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap instansi diminta menjalankan perannya sesuai bidang masing-masing agar informasi yang disampaikan tetap akurat, cepat, dan mudah dipahami publik.

Melalui sinergi tersebut, Jawa Tengah optimistis mampu menghadirkan publikasi MTQH Nasional XXXI yang informatif, menarik, dan menjangkau masyarakat secara luas, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai tuan rumah penyelenggaraan ajang Al-Qur’an tingkat nasional. (Hilman Najib)

Ayo Bagikan Artikel Ini: