Semarang (Humas) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat. Tak ingin penyambutan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI berlangsung biasa-biasa saja, Pemprov bersama Kanwil Kemenag Jateng dan LPTQ Jateng menyiapkan strategi branding total di seluruh pintu masuk utama provinsi.
Survei lintas sektor digelar di sejumlah titik vital: Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Bandara Adi Soemarmo, Stasiun Tawang Semarang, serta Stasiun Poncol Semarang. Langkah ini dilakukan demi memastikan 38 kafilah dari seluruh Indonesia mendapatkan pengalaman penyambutan yang berkesan sejak pertama menginjakkan kaki di Jawa Tengah.
Perwakilan Pemprov Jateng, Joko Yulianto, menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator koordinasi teknis lintas instansi.
“Setelah desain awal dari konsultan selesai, akan kami sampaikan secara resmi untuk mendapatkan persetujuan dan penyesuaian teknis di lapangan,” jelasnya.
Desain yang disiapkan tak main-main. Selain photo wall dan booth interaktif, akan dipasang signage tematik, gate area luar, hingga media visual di titik-titik strategis terminal. Penempatan instalasi tetap memperhatikan alur penumpang dan regulasi operasional, agar estetika dan fungsi berjalan beriringan.
Kepadatan arus kedatangan diperkirakan meningkat tajam menjelang pembukaan pada 11 September 2026. Karena itu, koordinasi sejak dini menjadi kunci untuk menghindari bottleneck transportasi dan memastikan alur kedatangan berjalan lancar.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dipandang bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, ini adalah panggung pembuktian Jawa Tengah sebagai tuan rumah event nasional yang religius, modern, dan terorganisir. Dari bandara hingga stasiun, dari lorong terminal hingga gate luar, Jateng ingin memastikan satu pesan kuat tersampaikan: tuan rumah siap menyambut dengan penuh kehormatan. (Hilman Najib)



