“Kalau Dia Bisa, Saya Pun Bisa!” – Petuah KH. Darodji yang Menggetarkan Kafilah Jateng di Kendari

Kendari (Humas) – Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti ruang pertemuan Hotel Plaza Inn Kendari, Minggu malam (12/10/2025). Di tengah jadwal padat Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, Kafilah Jawa Tengah mendapat suntikan motivasi berharga dari para pembina dan tokoh yang hadir khusus untuk memberikan dukungan moril.

Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono, tampil memberikan pembinaan dengan gaya santai namun sarat makna. Ia menekankan pentingnya mental juang, konsistensi, dan keikhlasan dalam setiap langkah perjuangan.

“Kalian ini duta-duta terbaik dari Jawa Tengah. Sekarang bukan waktunya berlatih, tapi menunjukkan hasilnya. Tampil all-out, jangan grogi, tetap istiqamah, dan nikmati setiap momen. Jangan terbebani oleh target — karena hasil terbaik lahir dari hati yang ikhlas,” pesan Gunawan, menatap penuh keyakinan ke arah para peserta.

Suasana pertemuan menjadi cair, namun khidmat. Para peserta mendengarkan dengan antusias, sementara para official terlihat mengangguk, menyimak setiap pesan pembina yang menenangkan.

Turut hadir Ketua Baznas Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, yang menambahkan wejangan sederhana namun membekas di hati. Dengan bahasa khasnya yang lugas dan bernas, Kyai Darodji mengingatkan peserta untuk tidak tergesa-gesa dan menjaga ketenangan saat tampil.

“Ojo kemrungsung lan ojo grogi. Tenangkan hati, yakin dengan kemampuan sendiri. Ingat, kalau dia bisa, saya pun bisa!” ujar KH. Darodji disambut tawa ringan dan tepuk tangan peserta.

Pesan tersebut bukan hanya tentang mental kompetisi, tetapi juga tentang keyakinan diri dan tawakal — dua hal yang menjadi kunci dalam setiap perjuangan Qur’ani.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Umum LPTQ Provinsi Jawa Tengah, Imam Buchori, memberikan arahan agar seluruh tim menjaga fokus dan memberikan dukungan terbaik bagi para peserta.

“Kita di sini adalah satu keluarga. Prioritaskan peserta, bantu segala kebutuhannya, dan pastikan mereka merasa nyaman dan tenang. Bagi penggembira yang punya waktu luang, mari hadir untuk memberi dukungan langsung di arena lomba,” ujar Imam Buchori dengan tegas namun hangat.

Ia menambahkan bahwa saat ini merupakan tahapan krusial bagi seluruh kafilah, di mana performa terbaik akan sangat menentukan hasil akhir.

“Kalian sudah melewati banyak proses. Kini waktunya tampil maksimal. Soal hasil, serahkan pada Allah SWT. Kita berjuang sebaik mungkin, biar Allah yang menentukan kemenangan,” imbuhnya.

Kegiatan pembinaan yang dikemas “santai tapi serius” ini menjadi oase semangat bagi seluruh peserta. Selain menambah motivasi, sesi ini juga memperkuat rasa kekeluargaan antaranggota kafilah.
Gelak tawa ringan menyertai obrolan malam itu, namun tersirat kesungguhan di wajah para peserta — tekad untuk membawa nama Jawa Tengah kembali berkibar di panggung nasional. (hilman najib)

Ayo Bagikan Artikel Ini: