Kopi Purwoceng Wonosobo Bikin Heboh Bazar STQH Nasional di Kendari, Pengunjung Antre Panjang!

Kendari (Humas) – Nuansa religius berpadu dengan semangat ekonomi kreatif mewarnai Bazar Fest STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 yang resmi dibuka di Kawasan Tugu Religi Kendari, Sabtu (11/10/2025).
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII ini tidak hanya menebar syiar Al-Qur’an, tetapi juga menggeliatkan perekonomian umat melalui pemberdayaan UMKM lokal dan promosi produk halal.

Pembukaan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Faizah Abu Rokhmad, secara simbolis membuka kegiatan dengan pengguntingan pita, didampingi Ketua TP PKK Sultra, Arinta Andi Sumangerukka. Turut hadir perwakilan dari Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama RI, yang bersama-sama meninjau puluhan stan bazar yang dipadati pengunjung sejak pagi.

“Bazar Fest ini bukan sekadar ajang jualan, tetapi bentuk nyata dari sinergi antara syiar keagamaan dan penguatan ekonomi umat,” ujar Faizah Abu Rokhmad, saat membuka acara.

Di antara deretan stan dari 38 provinsi, booth Jawa Tengah menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Ade Komaria Saiful Mujab, menyampaikan bahwa partisipasi Jawa Tengah dalam Bazar Fest menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk lokal dan ekonomi halal unggulan daerah.

“Kami membawa produk-produk dari Baznas Jawa Tengah, termasuk Kopi Purwoceng asal Wonosobo yang menjadi ikon khas pegunungan Dieng, serta beragam kerajinan tangan dan produk halal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah,” jelasnya.

Aroma khas kopi Purwoceng yang menggoda menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, tak sedikit yang rela antre untuk mencicipinya sambil menikmati suasana bazar bernuansa islami.

Ade Komaria menegaskan bahwa Bazar Fest STQH memiliki nilai strategis sebagai side event yang mempertemukan nilai-nilai spiritual dan ekonomi kerakyatan.
Selain produk kuliner dan kerajinan, sejumlah stan juga menampilkan busana Muslim modern, suvenir daerah, produk herbal, serta inovasi berbasis syariah.

“Inilah bentuk nyata dari syiar Al-Qur’an yang tidak hanya berhenti di mimbar dan musabaqah, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
“Melalui bazar ini, kita turut menggerakkan ekonomi halal dan memberdayakan UMKM agar terus tumbuh mandiri.”

Sejak pagi, ratusan pengunjung memadati area bazar — mulai dari masyarakat lokal, peserta STQH, hingga wisatawan yang datang menyaksikan pembukaan acara nasional tersebut.
Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini juga menjadi magnet ekonomi baru yang memberi dampak nyata bagi para pelaku UMKM Kendari dan sekitarnya.

Stan kuliner, cinderamata, dan produk khas daerah menjadi incaran, menandakan bahwa semangat religius dan geliat ekonomi bisa berjalan seiring.

“Bazar ini membuktikan bahwa syiar Al-Qur’an juga bisa menghadirkan manfaat ekonomi yang luas, memberdayakan, dan penuh keberkahan,” pungkas Ade Komaria.

Ayo Bagikan Artikel Ini: