Kendari (Humas) – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Semarang, kafilah Provinsi Jawa Tengah akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat sore (10/10/2025). Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tenggara, Andiran Nursalam, yang mewakili pemerintah daerah setempat.

“Selamat datang di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara,” ucap Andiran seraya mengalungkan kain tenun khas Sultra kepada Ketua Rombongan sekaligus Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng, Imam Buchori — simbol penyambutan dan persaudaraan antar daerah.
Rombongan kafilah Jawa Tengah yang tiba kali ini terdiri dari 21 peserta dan 28 official (pelatih serta pendamping). Mereka datang dengan semangat tinggi untuk berlaga dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, yang akan digelar di Kendari mulai pekan ini.
Sore yang hangat di Bandara Haluoleo seolah menjadi awal manis bagi perjalanan kafilah Jateng menuju panggung nasional. Tak hanya membawa koper dan peralatan lomba, mereka juga membawa optimisme dan doa seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk menorehkan prestasi terbaik.
Malam harinya, para peserta dijadwalkan mengikuti Malam Ta’aruf di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan STQH Nasional XXVIII.
Hadir dalam penyambutan dan kegiatan malam ta’aruf antara lain Ketua Baznas Jateng KH. Ahmad Darodji, Plt. Kabiro Kesra Prov. Jateng Gunawan Sudarsono, Koordinator Biro Kesra Setda Prov. Jateng Mukhamad Yusuf, serta Ketua DWP Kanwil Kemenag Jateng Ade Komaria Saiful Mujab.
Dengan semangat kebersamaan, kafilah Jateng siap menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan dewan hakim dan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Kami datang membawa semangat Qur’ani, semoga bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Jawa Tengah,” ungkap Imam Buchori penuh keyakinan.
Kini, sorot mata dan doa warga Jateng tertuju ke Kendari. Dari bumi Anoa inilah, para duta Qur’ani Jateng siap menorehkan tinta emas di panggung nasional. (hilman najib)



